oleh Yulinda Rizki Nur Azizah
Berbanding lurus dengan gila,
cinta itu…
Mencintaimu seperti menuruni
bukit dengan sepeda tanpa rem
Mendebarkan, menakutkan, namun
menyenangkan
Mencintaimu seperti melayang di
udara setelah terjun bebas tanpa parasut
Aku tak bisa berhenti, tak akan
bisa berhenti, namun aku menikmati
Mencintaimu seperti bermimpi
tentang tarian kunang-kunang di padang rumput yang sunyi
Menyejukkan, menciptakan getaran
tak terdefinisi walau hanya sementara
Berbanding
lurus dengan gila, cinta itu…
Menyentuhmu
seolah tersengat listrik dari kabel cacat dengan tegangan rendah
Menyentak,
sekaligus mengirimkan impuls-impuls halus yang menggelitik dada