Tampilkan postingan dengan label Percintaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Percintaan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2013

Cinta Itu

oleh Yulinda Rizki Nur Azizah

Berbanding lurus dengan gila, cinta itu…
Mencintaimu seperti menuruni bukit dengan sepeda tanpa rem
Mendebarkan, menakutkan, namun menyenangkan
Mencintaimu seperti melayang di udara setelah terjun bebas tanpa parasut
Aku tak bisa berhenti, tak akan bisa berhenti, namun aku menikmati
Mencintaimu seperti bermimpi tentang tarian kunang-kunang di padang rumput yang sunyi
Menyejukkan, menciptakan getaran tak terdefinisi walau hanya sementara

            Berbanding lurus dengan gila, cinta itu…
            Menyentuhmu seolah tersengat listrik dari kabel cacat dengan tegangan rendah
            Menyentak, sekaligus mengirimkan impuls-impuls halus yang menggelitik dada

Selasa, 17 Desember 2013

Arti Sebuah Cinta

oleh Angel Rezky Pratama
Di pagi yang sangat cerah, aku terbangun untuk melihat sekolah baruku. Aku baru saja pindah ke Jakarta. Dengan sangat semangat aku ingin melihat sekolah baruku di sini. Dengan cepat-cepat aku mandi, pakai baju, dan sarapan. Setelah itu aku tinggal menunggu angkutan. Beberapa menit kemudian aku melihat angkutan langsung saja aku naik. Singkat cerita, sampai di sekolah baruku, aku terpana-pana melihatnya.
"Sungguh indahnya sekolah ini, di bersihkan dengan baik dan luas sekali." kataku.
Langsung saja aku masuk ke sekolah yang diberi tahu oleh orang tuaku. Tiba-tiba ada yang menyenggolku dari belakang dan berkata, "Anak baru yah?"
Langsung saja aku kaget dan dia langsung pergi masuk ke dalam sekolah itu,aku terheran-heran, "Siapa dia dan kok sok kenal betul..." kataku dalam hati.
Sampaiku di halaman sekolah ternyata anaknya banyak betul yang sekolah di sini,dan sepertinya sekolah ini favorit. Dan aku mencari-cari kelasku X-X sambil berkeliling dan melihat-lihat. Sampailah aku di kelasku, aku duduk saja di bagian paling belakang dan paling pojok. Sambil melihat-lihat dan membaca buku, ternyata bel masuk sudah berbunyi. Masuklah semua teman-teman di kelasku, aku masih ragu untuk berkenalan kepada mereka
"Mungkin nanti saja aku berkenalan pada mereka..."pikirku.

Ternyata Dia

oleh Silvia Dewi

Rimbun pohon diluar sana
Menyanyikan lagu indah kesejukan
Burung berkicau dengan asyiknya
Hingga dedaunan jatuh melayang-layang
Bersama angin yang menari di angkasa
Bagaikan rasa ini yang begitu tenang
Dengan lantunan suaramu yang tiada duanya
Menusuk tipisnya gendang telinga

Ambillah

oleh Bunga Sani Luhur Pangestu

Ada seseorang yang sangat menyukaimu
Seseorang yang sangat setia menantimu
Seseorang yang selalu mengingatkanmu tentang kebaikan
Seseorang yang selalu menebarkan jutaan senyum untukmu
          Dia pintar, cantik, menarik, dan enerjik
Sudah cukup sempurna bukan?
 
Cute Red Pencil

Pengikut


Get this widget!
Books & Literature Blogs - Blog Rankings